Selasa, 20 Oktober 2015

Obesitas



Obesitas merupakan sebuah kondisi kronis di mana terjadinya penumpukan lemak di dalam tubuh sehingga melebihi batas yang baik untuk kesehatan. Pengukuran berat badan serta kaitannya dengan kesehatan ini bisa diukur melalui penghitungan Indeks Massa Tubuh (IMT).
IMT adalah penghitungan berat badan yang mengacu pada rasio berat dan tinggi seseorang. Manfaat penghitungan IMT ini adalah untuk mengetahui apakah seseorang mengalami kekurangan, kelebihan, atau berat badan yang sehat.
Obesitas tidak terjadi dalam waktu singkat, namun akan berkembang seiring waktu. Penyebab utama kondisi ini adalah berlebihannya asupan kalori untuk tubuh kita dibandingkan dengan yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Kalori yang tersisa atau yang tidak terpakai kemudian akan diubah menjadi lemak dan mengendap di dalam tubuh.
Selain hal-hal tersebut, ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan atau memicu seseorang terkena obesitas, di antaranya:
  • Faktor genetika atau keturunan.
  • Faktor lingkungan keluarga, misalnya kebiasaan makan atau minum buruk yang telah tertanam sejak kecil.
  • Kurang tidur. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya perubahan hormon di dalam tubuh, termasuk hormon yang mengatur nafsu makan.
  • Kehamilan. Saat hamil, wanita akan membutuhkan banyak asupan nutrisi dari makanan. Namun tidak sedikit pula dari mereka yang sulit untuk menguruskan kembali tubuhnya setelah melahirkan.
Masalah kesehatan yang mendasari, seperti hipotiroidisme juga dapat memicu obesitas. Kurangnya produksi hormon oleh kelenjar tiroid yang menyebabkan metabolisme tubuh menurun. Selain itu, penyakit radang sendi artritis yang menyebabkan penderitanya sulit untuk banyak bergerak. Sindrom Cushing juga menyebabkan penderitanya berkelebihan berat badan.
Faktor penyebab obesitas terakhir adalah mengonsumsi obat-obatan yang memiliki efek samping meningkatkan berat badan. Contoh-contoh obat tersebut adalah obat golongan kortikosteroid, obat antidepresi, obat antipsikotik, obat diabetes, dan obat antikejang untuk epilepsi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar