Obesitas merupakan sebuah
kondisi kronis di mana terjadinya penumpukan lemak di dalam tubuh sehingga
melebihi batas yang baik untuk kesehatan. Pengukuran berat badan serta
kaitannya dengan kesehatan ini bisa diukur melalui penghitungan Indeks Massa
Tubuh (IMT).
IMT adalah penghitungan berat
badan yang mengacu pada rasio berat dan tinggi seseorang. Manfaat penghitungan
IMT ini adalah untuk mengetahui apakah seseorang mengalami kekurangan,
kelebihan, atau berat badan yang sehat.
Obesitas
tidak terjadi dalam waktu singkat, namun akan berkembang seiring waktu.
Penyebab utama kondisi ini adalah berlebihannya asupan kalori untuk tubuh kita
dibandingkan dengan yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Kalori yang tersisa atau yang tidak terpakai kemudian akan diubah menjadi lemak
dan mengendap di dalam tubuh.
Selain
hal-hal tersebut, ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan atau memicu
seseorang terkena obesitas, di antaranya:
- Faktor genetika atau keturunan.
- Faktor lingkungan keluarga, misalnya kebiasaan makan atau minum buruk yang telah tertanam sejak kecil.
- Kurang tidur. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya perubahan hormon di dalam tubuh, termasuk hormon yang mengatur nafsu makan.
- Kehamilan. Saat hamil, wanita akan membutuhkan banyak asupan nutrisi dari makanan. Namun tidak sedikit pula dari mereka yang sulit untuk menguruskan kembali tubuhnya setelah melahirkan.
Masalah
kesehatan yang mendasari, seperti hipotiroidisme juga dapat memicu obesitas.
Kurangnya produksi hormon oleh kelenjar tiroid yang menyebabkan metabolisme
tubuh menurun. Selain itu, penyakit radang sendi artritis yang menyebabkan
penderitanya sulit untuk banyak bergerak. Sindrom Cushing juga menyebabkan
penderitanya berkelebihan berat badan.